Bahawa pada saat Pulau Timor baru kering,datanglah ASA AI SORUN dari sebuah Gunung di arah matahari terbit (Timor Leste) dengan di temani dua pengawal yaitu Leki dengan Mauk dan Gunung itu akirnya biasa di sapa oleh para Makoan Liurai dengan sebutan Gunung Mauk Gunung Leki.Ketika tiba di Timor bagian tengah daratan masi tergenang air lalu mereka bertahan di sebuah tempat namanya Bukit MARLILU,tidak lama kemudian Asa Ai Sorun menggunakan kesaktianya untuk menggeser tepian air yg masih tergenang tersebut lalu keringlah tempat di sekitar Bukit Marlilu dan turunlah Liurai Asa Ai Sorun ke daerah yg sudah kering tersebut yang kita kenal dengan nama LARAN.Pada suatu waktu turunlah TUJUH BIDADARI dari kayangan untuk mandi di sebuah DANAU di sekitar lalu Enam Putri tersebut kembali ke Kayangan lalu tinggalah Putri Bungsu di Laran dan Menikah dengan ASA Ai Sorun.Karena Putri itu turun dari Kayangan lalu orang menyebutnya MAROMAK OAN (ANAK DEWA) dan Danau itu dikenal sampai sekarang dengan sebutan WE MATAN MAROMAK (DANAU DEWA/KAYANGAN).Asa Ai Sorun dikenal sebagai Liurai I yang konon turun dari Kayangan sehingga dia menyatakan diri sebagai Liurai (melebihi Bumi).